<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677</id><updated>2012-02-16T22:13:57.702+07:00</updated><category term='Save our mother nature from global warming'/><category term='Ayo bertindak sekarang'/><category term='Save the world from global warming'/><title type='text'>Stop Climate Change</title><subtitle type='html'>Perubahan iklim (climate change) adalah realitas. Dampak  perubahan  iklim  telah  nyata  menjadi ancaman  bagi  kehidupan  di  bumi. So, sebagai generasi muda apa yang bisa kita lakukan?? karena kita juga adalah penghuni bumi, JIKA BUKAN KITA, SIAPA???</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677.post-3155087401130396043</id><published>2007-12-26T13:20:00.000+07:00</published><updated>2007-12-26T13:22:11.590+07:00</updated><title type='text'>DEKLARASI PERNYATAAN SIKAP</title><content type='html'>Kami Pemuda Indonesia menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Posisi Pemuda Indonesia terhadap perubahan iklim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pemuda Indonesia merupakan korban terbesar yang merasakan dampak secara langsung dari perubahan iklim.&lt;br /&gt;   2. Pesatnya industri dan besarnya pengaruh iklan komersial mendorong pola hidup pemuda menjadi konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Sikap Pemuda Indonesia terhadap Perubahan Iklim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Menolak pemikiran bahwa pemanasan global adalah gejala alam, melainkan bencana ekologis.&lt;br /&gt;   2. Menolak ekstraksi sumberdaya alam yang tidak bermoral dan penggunaan teknologi tidak ramah lingkungan.&lt;br /&gt;   3. Menolak perdagangan karbon, karena akan mengakibatkan semakin besar kesenjangan dan ketidakadilan.&lt;br /&gt;   4. Menuntut penghapusan hutang Negara-negara korban ketidakadilan iklim. Tidak menerima hutang.&lt;br /&gt;   5. Menolak skema mekanisme REDD (Reduce Emissions from Deforestation and Forest Degradation), tetapi kita mendesak penurunan emisi karbon sekaligus bertanggung jawab untuk membayar ganti rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan ini, kami Pemuda Indonesia untuk keadilan iklim menuntut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Negara-negara maju penghasil emisi terbesar di dunia untuk segera menurunkan semisinya, demi kesejahteraan, kesetaraan, dan keadilan iklim bagi umat manusia.&lt;br /&gt;   2. Kembalikan Hak-hak atas kelayakan lingkungan hidup sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup No.23 Tahun 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Bali, 06 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Pemuda Indonesia Untuk Pemanasan Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Youth Forum-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2634781416262531677-3155087401130396043?l=youth4climate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/3155087401130396043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2634781416262531677&amp;postID=3155087401130396043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/3155087401130396043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/3155087401130396043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/2007/12/deklarasi-pernyataan-sikap.html' title='DEKLARASI PERNYATAAN SIKAP'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677.post-1725682979237258221</id><published>2007-11-20T10:13:00.000+07:00</published><updated>2007-11-20T10:17:36.581+07:00</updated><title type='text'>Global Warning atau Gombal Warning*</title><content type='html'>Kambing (Hitam) dan (m)Bebek Di Pesta Pora Para&lt;br /&gt;Serigala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andreas Iswinarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vandhana Shiva seorang cendekiawan India terpandang &lt;br /&gt;dan seorang aktifis sosial dunia menyatakan “dengan&lt;br /&gt;menolak menandatangani Protokol Kyoto, Presiden Bush&lt;br /&gt;telah melakukan tindak terorisme ekologis pada&lt;br /&gt;sejumlah besar komunitas yang barangkali akan lenyap&lt;br /&gt;dari muka bumi karena pemanasan global. Sedangkan di&lt;br /&gt;Seattle, WTO dijuluki World Terorist Organisations&lt;br /&gt;(Organisasi Teroris Dunia) oleh para demostran, sebab&lt;br /&gt;kebijakan yang menyangkal hak kelangsungan hidup&lt;br /&gt;jutaan orang”..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan ‘gaya hidup’ Amerika lah yang menjadi&lt;br /&gt;dasar Presiden Bush dan juga pemerintahan Australia&lt;br /&gt;untuk tetap bebal menolak menandatangi Protokol&lt;br /&gt;Kyoto. Protokol Kyoto adalah tindak lanjut dari&lt;br /&gt;Konvensi Perubahan Iklim, yang menetapkan target&lt;br /&gt;penurunan emisi sebesar 5% untuk menstabilkan&lt;br /&gt;konsentrasi gas rumah kaca. Mempertahankan ‘gaya&lt;br /&gt;hidup’ ini jugalah yang menyebabkan rendahnya komitmen&lt;br /&gt;negara-negara maju untuk memecahkan persoalan genting&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya di balik ‘gaya hidup’ Amerika inilah&lt;br /&gt;tersembunyi ketamakan dan keserakahan. Mahatma Gandhi&lt;br /&gt;memperingatkan “Bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;kita semua, namun ia tidak cukup untuk memenuhi&lt;br /&gt;kebutuhan segelintir orang yang tamak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dibalik kedigjayaan perusahaan-perusaha an&lt;br /&gt;multinasional dan transnasional di negara-negara&lt;br /&gt;utara yang mengontrol WTO, IMF, Bank Dunia, ADB dan&lt;br /&gt;lembaga keuangan internsional, berlangsung rumus&lt;br /&gt;akumulasi kekayaan segelintir orang hanya mungkin&lt;br /&gt;terperoleh melalui penghisapan, dan kesengsaran yang&lt;br /&gt;lain.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Global Ancaman Bagi Perdamaian Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebuah pukulan martil dihantamkan di dinding&lt;br /&gt;kebekuan ini oleh Panitia Nobel Swedia. Di tengah&lt;br /&gt;semakin menguatnya fakta-fakta perubahan iklim yang&lt;br /&gt;menyebabkan munculnya bencana ekologi di berbagai&lt;br /&gt;belahan dunia, Al Gore (mantan wakil presiden AS dan&lt;br /&gt;pejuang lingkungan hidup yang gigih) dan&lt;br /&gt;Intergovernmental Panel on Climate Change – IPCC&lt;br /&gt;(Panel Antar Negara untuk Perubahan Iklim)&lt;br /&gt;Perserikatan Bangsa-bangsa dianugerahi penghargaan&lt;br /&gt;nobel perdamaian.oleh lembaga bergengsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menguatkan kredibilitas IPCC yang menghimpun pakar&lt;br /&gt;dan peneliti dari 130 negara, berhadap-hadapan dengan&lt;br /&gt;berbagai lembaga kajian tandingan yang dibayar oleh&lt;br /&gt;perusahaan-perusaha an Perusahaan Trans-Multinasional&lt;br /&gt;terutama perusahaan perminyakan raksasa untuk&lt;br /&gt;mematahkan temuan-temuan dan prediksi ilmiah di&lt;br /&gt;seputar isu perubahan iklim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya Intergovernmental Panel on Climate Change&lt;br /&gt;Working memperkirakan tanpa ada upaya global&lt;br /&gt;mengurangi emisi memperkirakan 75-250 juta penduduk di&lt;br /&gt;berbagai wilayah benua Afrika akan menghadapi&lt;br /&gt;kelangkaan pasokan air pada tahun 2020. Sementara itu&lt;br /&gt;kelaparan akan meluas di Asia Timur, Asia Tenggara dan&lt;br /&gt;Asia Selatan.. Sementara itu area pertanian akan&lt;br /&gt;mendapatkan hujan separuhnya di Afrika hingga 2020 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Indonesia IPCC juga menyebutkan akan&lt;br /&gt;menghadapi resiko besar akibat pemanasan global.&lt;br /&gt;Dimana pada tahun 2030, diprediksi akan terjadi&lt;br /&gt;kenaikan permukaan air laut sebesar 8-29 cm dari saat&lt;br /&gt;ini. Bila benar, Indonesia dikhawatirkan akan&lt;br /&gt;kehilangan sekitar 2000 pulau-pulau kecil. Penduduk&lt;br /&gt;Jakarta dan kota-kota di pesisir akan kekurangan air&lt;br /&gt;bersih. Pada sejumlah daerah aliran sungai akan&lt;br /&gt;terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang&lt;br /&gt;kian tajam. Akibatnya, akan sering terjadi banjir,&lt;br /&gt;sekaligus kekeringan yang mencekik kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara terpilihnya Al Gore memberikan ujian baginya&lt;br /&gt;untuk membayar kemandulannya saat memegang jabatan&lt;br /&gt;wakil presiden Amerika Serikat. Sekaligus untuk&lt;br /&gt;menjadi martil bagi Gedung Putih (pemerintah Amerika&lt;br /&gt;Serikat) yang hingga kini menolak menandatangani&lt;br /&gt;Protokol Kyoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nobel Perdamaian ini sekaligus menegaskan bahwa&lt;br /&gt;perubahan iklim adalah ancaman besar bagi terwujudnya&lt;br /&gt;dunia yang damai. Disisi lain mengukuhkan tindakan&lt;br /&gt;pemerintah Bush yang tetap bebal menolak&lt;br /&gt;menandatangani Protokol Kyoto sebagai tindak terorisme&lt;br /&gt;ekologis, sebagai pernyataan perang yang tidak ada&lt;br /&gt;habis-habisnya terhadap bumi dan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara utara adalah negara-negara yang rakus&lt;br /&gt;mengkonsumsi energi, dan Amerika Serikat adalah yang&lt;br /&gt;paling rakus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Amerika, Kanada, dan Eropa yang hanya 20,1&lt;br /&gt;persen dari total warga dunia mengkonsumsi 59,1 persen&lt;br /&gt;energi dunia, sedangkan warga Afrika dan Amerika Latin&lt;br /&gt;yang 21,4 persen dari populasi dunia hanya&lt;br /&gt;mengkonsumsi 10,3 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data 1990 menunjukkan, total emisi gas rumah kaca&lt;br /&gt;mencapai 13,7 Gt (gigaton), yang secara berturut-turut&lt;br /&gt;disumbang Amerika (36,1 persen), Rusia (17,4 persen),&lt;br /&gt;Jepang (8,5 persen), Jerman (7,4 persen), Inggris (4,2&lt;br /&gt;persen), Kanada (3,3 persen), Italia (3,1 persen),&lt;br /&gt;Polandia (3 persen), Prancis (2,7 persen), dan&lt;br /&gt;Australia (2,1 persen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta Pora Para Serigala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menerima penghargaan nobel perdamaian Al Gore&lt;br /&gt;menyatakan bahwa kita menghadapi kedaruratan yang&lt;br /&gt;sangat serius. Ironisnya Gore menyangkal krisis iklim&lt;br /&gt;sebagai isu politik yang paling genting saat ini dan&lt;br /&gt;ia lebih memandangnya sebagai tantangan spiritual&lt;br /&gt;untuk kemanusiaan. Nampaknya Gore ragu-ragu untuk&lt;br /&gt;mengakui fakta bahwa persoalan krisis iklim global&lt;br /&gt;adalah soal politik yang penyelesaiannya harus di&lt;br /&gt;lakukan di arena politik di dalam pertarungan politik&lt;br /&gt;yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tegas ini adalah soal ekonomi politik. Ini&lt;br /&gt;adalah soal penguasaan akses ekonomi, alokasi sumber&lt;br /&gt;ekonomi, dan distribusi manfaat atas sumber-sumber&lt;br /&gt;ekonomi.. Ini adalah soal siapa yang memperoleh manfat&lt;br /&gt;(keuntungan) , siapa yang menanggung biaya (&lt;br /&gt;ekternalitas’ diantarnya adalah biaya&lt;br /&gt;kerusakan/pencemara n lingkungan) Ini adalah soal&lt;br /&gt;tatanan ekonomi yang tidak adil. Tatanan ekonomi&lt;br /&gt;dimana ketamakan adalah keutamaan, tatanan ekonomi&lt;br /&gt;dimana akumulasi kekayaan segelintir orang hanya&lt;br /&gt;terjadi melalui penghisapan dan kesengsaraan&lt;br /&gt;mayoritas lainnya. Inilah sistem ekonomi yang sedang&lt;br /&gt;mendominasi panggung global hari ini bahkan sejak&lt;br /&gt;jaman kolonialisme dan imperialisme klasik. Hari ini&lt;br /&gt;sistim ini bernama Kapitalisme Neoliberal. Inilah&lt;br /&gt;sistem ekonomi, dan kelembagaan ekonomi politik yang&lt;br /&gt;bertumpu pada akumulai modal dan keuntungan,, sistem&lt;br /&gt;kepemerintahan nasional dan global yang dikendalikan&lt;br /&gt;oleh pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah HUKUM RIMBA, ini adalah PESTA PORA PARA&lt;br /&gt;SERIGALA. Negara-negara selatan dan miskin dengan&lt;br /&gt;segala kekayaan alamnya dan mayoritas rakyatnya,&lt;br /&gt;adalah SANTAPANNYA. PESTA PORA PARA SERIGALA INI tidak&lt;br /&gt;saja meninggalkan kemiskinan yang parah di kalangan&lt;br /&gt;mayoritas rakyat utamanya di negara-negara selatan,&lt;br /&gt;tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang&lt;br /&gt;parah di tingkat lokal dan regional. Dan pada&lt;br /&gt;puncaknya kini seluruh bumi dan peradabannya harus&lt;br /&gt;menghadapi ancaman bencana ekologi yang maha dasyat&lt;br /&gt;akibat perubahan iklim. Ironinya rakyat di dunia&lt;br /&gt;ketiga dan negara-negara selatan yang paling rentan&lt;br /&gt;menghadapi ancaman bencana ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Maju/Utara terutama Amerika Serikat&lt;br /&gt;adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas&lt;br /&gt;pemanasan global. Sikap keras kepala untuk&lt;br /&gt;mempertahankan gaya hidup yang konsumtif, mewah dan&lt;br /&gt;boros adalah sebuah tindakan pengingkaran terhadap&lt;br /&gt;tanggung jawab tersebut. Bahwa kemakmuran yang mereka&lt;br /&gt;nikmati hari adalah hasil dari penghisapan dan&lt;br /&gt;pengerukan kekayaan alam negara-negara selatan sejak&lt;br /&gt;masa kolonialisme dan imperialisme klasik hingga saat&lt;br /&gt;ini. Sesungguhnya merekalah yang berhutang kepada&lt;br /&gt;negara-negara Selatan. Yakni hutang sosial dan&lt;br /&gt;ekologis yang diakumulasi negara-negara industri&lt;br /&gt;karena perampasan sumber daya alam, kerusakan&lt;br /&gt;lingkungan, pemiskinan rakyat dan pemakaian ruang alam&lt;br /&gt;untuk menimbun limbah berbahaya diantaranya gas-gas&lt;br /&gt;efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk pengingkaran ini diantaranya dilakukan&lt;br /&gt;dengan membuat kajian-kajian yang melemahkan dan&lt;br /&gt;menyangkal laporan-laporan ilmiah seperti yang&lt;br /&gt;dikeluarkan oleh IPCC, baik yang disponsori oleh&lt;br /&gt;korporasi trans/multinasional maupun oleh aktor-aktor&lt;br /&gt;di dalam pemerintahan. Pengingkaran- pengingkaran ini&lt;br /&gt;dilakukan juga melalui pemaksaan mekanisme-mekanisme&lt;br /&gt;perdagangan melalui WTO yang mensubordinasikan&lt;br /&gt;otoritas Perserikatan Bangsa-bangsa, serta ekspor&lt;br /&gt;teknologi kotor ke negara-negara selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengingkaran- pengingkaran ini dilakukan dengan&lt;br /&gt;memberikan keleluasan dan perlindungan kepada&lt;br /&gt;korporasi-korporasi trans/multinasional untuk&lt;br /&gt;menjalankan bisnisnya. Kini kekuasaan Korporasi Global&lt;br /&gt;telah menyaingi kekuasan ekonomi-ekonomi&lt;br /&gt;negara-negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 100 pelaku ekonomi terbesar dunia, 52 diantaranya&lt;br /&gt;adalah Korporasi Global. Oleh karena itu tanggungjawab&lt;br /&gt;dan regulasi juga harus dilekatkan kepada&lt;br /&gt;korporasi-korporasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik pengingkaran ini kemudian dilakukan dengan&lt;br /&gt;mengkambing hitamkan negara-negara industri baru&lt;br /&gt;seperti Cina, India, Meksiko, Brazil sebagai penyebab&lt;br /&gt;utama pemanasan global. Demikian politik kambing hitam&lt;br /&gt;ini ditujukan kepada negara-negara seperti Indonesia&lt;br /&gt;yang belum lama ini dianugerahi gelar emitor ke-3&lt;br /&gt;tertinggi emisi gas rumah kaca karena kebakaran lahan&lt;br /&gt;dan hutan. Politik kambing hitam ini juga bisa dilihat&lt;br /&gt;dengan mengalihkan tanggungjawab mereka untuk&lt;br /&gt;mengurangi emisi di negaranya dengan bantuan untuk&lt;br /&gt;penghutanan di negara berkembang atau melalui&lt;br /&gt;mekanisme perdagangan karbon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya alih-alih mengakui hutang ekologis&lt;br /&gt;mereka menggunakan intrumen hutang luar negri dan&lt;br /&gt;investasi asing untuk melakukan kontrol, penaklukan&lt;br /&gt;terhadap kedaulatan ekonomi negara-negara selatan.&lt;br /&gt;Mereka menafikan bahwa kucuran dana baik hutang luar&lt;br /&gt;negri maupun kredit ekspor mereka ikut andil&lt;br /&gt;mengkronstruksikan ekonomi yang eksploitatif dan&lt;br /&gt;menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Termasuk&lt;br /&gt;diantaranya sistim bioful estate, industri pembangkit&lt;br /&gt;listrik tenaga nuklir, rekayasa genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerat hutang luar negeri ini lah yang akhirnya&lt;br /&gt;menjadikan penguasa di negara-negara berkembang&lt;br /&gt;(m)BEBEK saja kepada kepentingan negara-negara utara.&lt;br /&gt;Disamping tentunya mental untuk mengejar rente ekonomi&lt;br /&gt;yang menjanjikan dari proyek-proyek hutan dan proyek&lt;br /&gt;‘perubahan’ iklim yang tidak memihak kepada&lt;br /&gt;kepentingan mayoritas rakyat yang hidupnya bertumpu&lt;br /&gt;pada hutan. Begitulah, rezim yang kini berkuasa di&lt;br /&gt;negeri adalah juga undangan VIP dan sekaligus tuan&lt;br /&gt;rumah pesta pora ini????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* meminjam sinisme di kaos yang dibikin kawan-kawan&lt;br /&gt;muda sahabat lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari milis temukita. udah minta ijin sama yang nulisnya kok!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2634781416262531677-1725682979237258221?l=youth4climate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/1725682979237258221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2634781416262531677&amp;postID=1725682979237258221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/1725682979237258221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/1725682979237258221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/2007/11/global-warning-atau-gombal-warning.html' title='Global Warning atau Gombal Warning*'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677.post-351205436928158137</id><published>2007-11-09T13:54:00.002+07:00</published><updated>2007-11-09T14:13:48.591+07:00</updated><title type='text'>Harap Isi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.blinkyou.com/glitters.php" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://image.blinkyou.com/glitter_images/cutegreetingbyx03.gif" border="0" alt="myspace"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.blinkyou.com/glitters.php"&gt;myspace&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heyy..heyy... teman-teman!! apa kabarnya?? Tetep berjuang untuk our mother nature yang lebih adeemmm kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuk teman-teman yang punya pengumuman or artikel mengenai Pemanasan Global or yang lebih sering disebut global warming (padahal bukannya hangat tapi panaasssss booooo....) bisa ikut nimbrung disini dengan cara kirim tulisan kamu ke youth4climatechange.gmail.com nanti as an owner ku posting ke blog ini. oh ya.. diharapkan juga pendapat, kritik, dan sarannya untuk semua tulisan2 yang diposting. kalo ada kekurangan yahh... mohon dimaafkan ya..! kan masih proses belajar.. hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blinkyou.com/glitters.php" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://image.blinkyou.com/glitter_images/peanutsgirl.gif" border="0" alt="myspace icon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.blinkyou.com/glitters.php"&gt;myspace icon&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2634781416262531677-351205436928158137?l=youth4climate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/351205436928158137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2634781416262531677&amp;postID=351205436928158137' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/351205436928158137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/351205436928158137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/2007/11/harap-isi.html' title='Harap Isi'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677.post-3472918506445118359</id><published>2007-11-07T17:43:00.001+07:00</published><updated>2007-11-07T18:00:20.456+07:00</updated><title type='text'>Laut pun Terancam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RzGaKSGkQgI/AAAAAAAAAAw/Kcd25QGPzew/s1600-h/23381346.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RzGaKSGkQgI/AAAAAAAAAAw/Kcd25QGPzew/s400/23381346.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130050952000455170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pernah membayangkan laut... pastinya tergambar sebuah pantai dengan matahari yang hangat dan angin serta aroma pantai yang khas.. lalu air laut yang hangat membuat pantai jadi tempat yang oke  banget dehhh... apalagi sambil minum es kelapa selagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sunbathing&lt;/span&gt;. beuh..beuh.. what a paradise!!&lt;br /&gt;tapi air laut yang hangat itu nggak baik lho!!&lt;br /&gt;air laut yang hangat itu akan mudah dijumpai dalam kurun waktu 100 tahun mendatang. &lt;br /&gt;tetapi itu jelas bukan berarti berita baik untuk lingkungan karena lautan biru itu muncul disebabkan pemanasan global yang membuat laut menjadi terlalu panas bagi ikan, atau terlalu beracun untuk hewan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lautan yang makin panas itu juga mungkin sudah tidak mampu lagi untuk menyerap Karbon Dioksida, CO2, dari atmosfir bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lautan menyerap lebih dari separuh panas yang dipancarkan matahari&lt;/span&gt; dan kemudian membaginya ke seluruh permukaan bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut Dr. John Shepherd dari Lembaga Oseanografi Inggris di Southampton, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lautan juga ikut memperlambat dan mengurangi ancaman perubahan suhu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun belakangan ini ada kekuatiran kalau laut saat ini semakin tidak mampu mendistribusikan panas ke seluruh penjuru bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah permukaan air, ada gelombang atau mungkin lebih tepat disebut aliran arus laut, yang oleh para ilmuwan disebut sebagai Sabuk Laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi sabuk laut ini adalah mendorong air laut, yang sudah dipanaskan oleh matahari di wilayah tropik, ke daerah yang lebih dingin di kutub. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses sebaliknya juga terjadi, yaitu air dingin di Artik dan Antartika dibawa ke daerah tropik untuk dipanaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuart Cunningham, seorang pakar khusus persoalan arus laut dari Inggris, mengatakan bahwa proses itu amat penting untuk Lautan Atlantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di wilayah utara Atlantik ada Laut Artik, sehingga arus air hangat bisa bergerak hingga jauh sekali ke ujung kutub. Itulah sebabnya iklim Eropa relatif tidak terlalu dingin," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus Atlantik Utara lebih dikenal dengan sebutan arus Teluk, dan yang dikuatirkan para ilmuwan adalah pemanasan global akan memperlambat arus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, apa yang terjadi jika sabuk laut tidak berfungsi??&lt;br /&gt;Tidak berfungsinnya sabuk arus laut ini membahayakan kehidupan biota laut karena itu berarti tidak akan ada lagi pergerakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya berhentinya sabuk arus lautan ini pernah terjadi selama 1000 tahun, dan membuat Eropa kembali ke jaman es, yaitu di abad ke 14. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kawasan Eropa seperti menjadi sebuah benua es mini, dan penyebabnya adalah gejala alami, antara lain badai angin yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the conclusion is: global warming mengancam kehidupan di seluruh bumi. AYO SELAMATKAN BUMI DARI PEMANASAN GLOBAL!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(UTi: terinspirasi dari http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth/story/2007/02/070216_globalwarming2.shtml)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2634781416262531677-3472918506445118359?l=youth4climate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/3472918506445118359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2634781416262531677&amp;postID=3472918506445118359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/3472918506445118359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/3472918506445118359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/2007/11/laut-pun-terancam.html' title='Laut pun Terancam'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RzGaKSGkQgI/AAAAAAAAAAw/Kcd25QGPzew/s72-c/23381346.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677.post-2547333304265357762</id><published>2007-11-06T19:05:00.000+07:00</published><updated>2007-11-06T19:25:38.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save our mother nature from global warming'/><title type='text'>TISSUE??</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RzBdKyGkQfI/AAAAAAAAAAo/cVNC6eo8PDQ/s1600-h/ST07.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RzBdKyGkQfI/AAAAAAAAAAo/cVNC6eo8PDQ/s400/ST07.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129702415404384754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tau nggak sih?? kalo kamu memilih menggunakan tissue dibandingkan sapu tangan berarti kamu ikut berperan dalam pemanasan global.. nggak percayaa??? &lt;br /&gt;ini datanya:&lt;br /&gt;Per capita annual consumption of toilet tissue in North America 23.0 kg&lt;br /&gt;In Western Europe 13.8 kg&lt;br /&gt;In Latin America 4.2 kg&lt;br /&gt;In Asia 1.8 kg&lt;br /&gt;In Africa 0.4 kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estimated sales of toilet paper in the United States (2005) US$5.7 billion&lt;br /&gt;In Canada US$643 million&lt;br /&gt;In India US$7.7 million&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuy, bayangin aja kalo bahan dasar tissue kan pulp ato bubur kertas yang berasal dari pohon juga. dengan tingkat konsumsi tissue yang tinggi berarti akan semakin banyak pohon dan hutan yang ditebangi dan semakin sedikit aja pengolah emisi karbon dan karbon jadi makin banyak, gas rumah kaca makin banyak and terjadi peningkatan suhu bumi, cuma untuk tissue aja!! Please dong!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(terinspirasi dari:http://timpakul.hijaubiru.org)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2634781416262531677-2547333304265357762?l=youth4climate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/2547333304265357762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2634781416262531677&amp;postID=2547333304265357762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/2547333304265357762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/2547333304265357762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/2007/11/tissue.html' title='TISSUE??'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RzBdKyGkQfI/AAAAAAAAAAo/cVNC6eo8PDQ/s72-c/ST07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677.post-2220215763427724056</id><published>2007-10-31T09:40:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T09:49:51.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayo bertindak sekarang'/><title type='text'>Fakta pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RyfssCGkQeI/AAAAAAAAAAg/JShR5IvYnns/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RyfssCGkQeI/AAAAAAAAAAg/JShR5IvYnns/s400/untitled.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127326942007411170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;rubahan iklim (climate change) adalah realitas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Dampak  perubahan  iklim  telah  nyata  menjadi ancaman  bagi  kehidupan  di  bumi.  IPCC  (Intergovernmental Panel on Climate Change) dalam “Climate Change 2007: impact, adaptation, and vulnerability”  menunjukkan  berbagai  ancaman  berpotensi  menjadi  bencana  besar.  Bahkan, beberapa sumber memvonis, ancaman bencana akibat perubahan  iklim  lebih  menyeramkan  dari  terorisme.  Krisis  air  dan  pangan,  kesehatan,  badai, kekeringan, banjir-longsor adalah hal telah mulai dirasakan dampaknya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Indonesia  tidak  lepas  dari  dampak  pemanasan global.  Akibat   naiknya   air   laut,   diperkirakan 14.000 desa di  wilayah pesisir akan hilang pada tahun 2015. Banjir-longsor serta badai akan semakin parah.    Perubahan iklim pun akan menurunkan produktifitas pangan. Perubahan suhu dan curah hujan memungkinkan pemindahan   distribusi   nyamuk   malaria   dan   demam berdarah.  Penyakit  lain  yang  akan  mengancam sampai pada kematian adalah diare dan kolera.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Penelitian terakhir para ahli klimatologi di Amerika Serikat berhasil membuktikan bahwa pemanasan global terjadi karena Bumi menyerap lebih banyak energi Matahari daripada yang dilepas kembali ke ruang angkasa. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kesimpulan ini diperoleh melalui model komputer yang mensimulasikan data-data iklim dari pengukuran suhu lautan. Bukti tersebut semakin menguatkan pendapat bahwa aktivitas manusia adalah penyebab pemanasan global.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Fakta lainnya didapat dari situs ANTARA:&lt;span&gt;&lt;span&gt;jika suatu ketika lapisan es di bumi mencair maka ketinggian permukaan air laut dapat dipastikan naik hingga 64 meter.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2634781416262531677-2220215763427724056?l=youth4climate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/2220215763427724056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2634781416262531677&amp;postID=2220215763427724056' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/2220215763427724056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/2220215763427724056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/2007/10/fakta-pemanasan-global.html' title='Fakta pemanasan Global'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RyfssCGkQeI/AAAAAAAAAAg/JShR5IvYnns/s72-c/untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2634781416262531677.post-2954931319958965739</id><published>2007-10-31T09:23:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T09:29:26.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save the world from global warming'/><title type='text'>Blink bout climate change</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RyfoHiGkQdI/AAAAAAAAAAU/hUsA3vlsz58/s1600-h/bukti-global-warming.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RyfoHiGkQdI/AAAAAAAAAAU/hUsA3vlsz58/s320/bukti-global-warming.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127321916895674834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Biasanya istilah Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim digunakan untuk menggambarkan masalah yang sama. Namun, sesungguhnya istilah-istilah tersebut lebih menunjukkan hubungan sebab akibat. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Efek rumah kaca adalah penyebab, sementara pemanasan global dan perubahan iklim adalah akibat. Efek rumah kaca menyebabkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer, yang kemudian akan mempengaruhi sistem global. Hal ini bisa menyebabkan naiknya temperatur rata-rata bumi yang kemudian dikenal dengan pemanasan global.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pemanasan global pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan iklim, atau tepatnya perubahan beberapa variabel iklim seperti suhu udara, curah hujan dan musim.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Perubahan iklim menyebabkan mencairnya es dan gletser di seluruh dunia, terutama di Kutub Utara dan Selatan. Diketahui bahwa es yang menyelimuti permukaan bumi telah berkurang lebih dari 10% sejak tahun 1960. Sementara ketebalan es di Kutub Utara telah berkurang 42% dalam 40 tahun terakhir (Fred Pearce, 2001).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Selain itu, perubahan iklim juga menyebabkan terjadinya pergeseran musim, dimana musim kemarau akan berkangsung lama sehingga menimbulkan bencana kekeringan dan penggurunan. Bencana ini mulai dapat dijumpai dengan mudah di beberapa daerah di Indonesia. Sementara itu, para ilmuwan juga memperkirakan bahwa kekeringan akan melanda Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Australia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dampak perubahan iklim yang lainnya adalah meningkatnya permukaan air laut. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), panel ahli untuk isu perubahan iklim, dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10-25 cm. Sementara itu diperkirakan bahwa pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 15-95 cm (Green Peace, 1998).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Selain dampak-dampak diatas, perubahan iklim juga akan menyebabkan terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih, meluasnya penyebaran penyakit tropis seperti malaria, demam berdarah dan diare, kabekaran hutan, serta hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Banyak tindakan yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk mencegah terjadinya perubahan iklim. Diantaranya berjalan kaki atau bersepeda pancal jika jarak tempuh dekat, yang tentunya akan mengurangi polusi udara yang dihasilkan. Bisa juga dengan mematikan listrik jika tidak digunakan, karena dapat mengurangi emisi gas karbon yang dihasilkan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tindakan-tindakan lainnya yang bisa dilakukan untuk mencegah pemanasan global seperti membeli produk-produk ramah lingkungan, memanfaatkan lahan kosong untuk pepohonan, membeli produk dengan sedikit kemasan, menggunakan transportasi umum dari pada kendaraan pribadi, membawa botol minuman sendiri saat pergi sekolah atau bermain, menggunakan lampu TL / neon dari pada lampu pijar karena lebih hemat energi dan rajin menservis kendaraan bermotor untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan. (sumber dari: www.tunashijau.org)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2634781416262531677-2954931319958965739?l=youth4climate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://youth4climate.blogspot.com/feeds/2954931319958965739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2634781416262531677&amp;postID=2954931319958965739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/2954931319958965739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2634781416262531677/posts/default/2954931319958965739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://youth4climate.blogspot.com/2007/10/blink-bout-climate-change.html' title='Blink bout climate change'/><author><name>Youth Forum For Climate Change</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07090951115743382657</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jklfV1Z-NI0/RyfoHiGkQdI/AAAAAAAAAAU/hUsA3vlsz58/s72-c/bukti-global-warming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
